Archive for May, 2010

Maafkan Aku… (Cerpen)

Namaku Ika. Aku punya sahabat, namanya Mira. Aku marah pada Mira. Dia sangat sengaja, memusuhiku… Seperti menjauhiku. Dia lebih dekat dengan Lisa, Anak baru yang selalu membuat masalah. Semenjak kedatangannya, seisi kelas berubah drastis. Tak ada lagi rasa harmonis, yang ada hanyalah perpecahbelahan. Lisa dengan gengnya, Lilia, Dita, dan, Mira. Mereka berempat selalu membuat masalah.

Suatu hari, Justin, si ketua kelas berkata, “Lisa, Mira, Lilia, & Dita tidak tahu diri. Mereka seenaknya saja meminta jawaban ulangan biologi dari Albert. Aku Salut sama kamu, Ika. Bisa membedakan mana yang baik, mana yang jahat.” Justin berkata. Oya, Albert adalah seorang Genius di kelas kita. Nilainya selalu paling tinggi. Kadang-kadang, nilaiku melebihi nilainya. Tetapi, tetap saja, nilainya-lah yang terbaik.

Seminggu kemudian, datang Michelle. Dia sahabatku dulu, waktu masih SD. Michelle selalu menemaniku. Dia tidak pernah terpengaruh hasutan Lisa dan dedengkotnya. Memang, muka Lisa patut disejajarkan dengan artis luar negeri, seperti Miranda Cosgrove, Pink, atau Demi Lovato. Tetapi, kelakuannya patut disejajarkan dengan artis di channel “Animal Planet”, tepatnya artis yang bergelantungan di pohon dan makan pisang.

Sesekali, aku dan Michelle melihat mereka mengambil gorengan diam-diam di kantin tanpa membayar. Aku dan Michelle sering pula melaporkan itu kepada Mang Ipul, penjual gorengan.

Aku sudah tidak tahan dengan kelakuan Mira. Ingin rasanya memarahinya, tetapi ada sesuatu yang menahan. Aku tak kuasa berkata padanya. Hingga sebulan kemudian, aku sangat tidak tahan. Spontan kutampar pipi Mira, tanpa peduli apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Kamu sungguh sudah keterlaluan. Aku tak bisa memaafkanmu. Sudah cukup. Mulai sekarang, tak usah ajak aku bicara lagi. AKU CAPEK. CAPEEK !!!” Tak terasa, Airmataku mengalir. Michelle menarikku menjauh. Aku diam saja. Tak lama kemudian, Mira menghampiriku, Ia berkata pelan, “Maafkan Aku. Aku tahu aku salah. Sangat salah. Aku sudah berkhianat…” Mira menangis.

“SUDAH TERLAMBAT. TIDAK ADA KATA MAAF UNTUKMU. SELAMANYA. SELAMANYA !!!!!” Ika Berteriak, sangat keras.

“IKAAAAA !!!!!!!!!!!!!!!!”

Advertisements